Perluasan Kota Ancam Akses Air Bersih pada 2050, Ini Studinya (TEST)

Perluasan Kota Ancam Akses Air Bersih pada 2050, Ini Studinya (TEST)

👤 uwprocoid 📅 04 Desember 2025

KOMPAS.com – Sebuah studi menemukan, perluasan wilayah kota berdampak terhadap bagaimana masyarakat mengakses air dan sanitasi. Studi ini melakukan analisis lebih dari 100 kota di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.  Analisis tersebut, yang dilakukan oleh para peneliti di Complexity Science Hub (CSH) dan Bank Dunia, memeriksa data infrastruktur dan indikator ekonomi, termasuk informasi tentang jejak 183 juta bangunan dan 125.000 survei rumah tangga guna memahami hubungan antara bentuk perkotaan serta akses ke air bersih dan sanitasi. Baca juga:  BRIN Ciptakan Teknologi Ubah Air Kotor Jadi Layak Minum, Jawab Krisis Air di Daerah Konsumsi Air Dunia Melonjak 25 Persen, Bank Dunia Ungkap Bumi Menuju Kekeringan Studi dampak perluasan kota terhadap akses air bersih Menggunakan tiga skenario perluasan perkotaan Lihat Foto Potret ramainya lalu lintas di ibu kota India, New Delhi, pada 15 Oktober 2015. Sebuah studi menunjukkan, perluasan kota secara horizontal bisa membuat jutaan orang kehilangan akses air pipa dan sanitasi pada 2050.(AFP PHOTO/ROBERTO SCHMIDT) Studi yang dipublikasikan di Nature Cities ini memodelkan tiga skenario untuk perluasan perkotaan yaitu compact atau membangun lebih padat dan mengisi ruang kosong, serta persistent atau melanjutkan pola perluasan saat ini. Selanjutnya ada skenario horizontal atau menyebar secara luas alih-alih tumbuh ke atas, atau membangun di lahan kosong yang sudah ada di pusat kota. Urbanisasi dan Perubahan Iklim Jadi Tantangan Perkotaan, AHY Siapkan Tiga Strategi Artikel Kompas.id “Kami menganggap satu-satunya hal yang berubah adalah lokasi di mana pembangunan baru terjadi di dalam kota,” kata penulis utama dari CSH, Rafael Prieto-Curiel, dilansir dari Phys.org, Selasa (2/12/2025). Ketiganya menunjukkan, bila kota-kota berkembang secara horizontal dibanding membangun dengan kepadatan lebih tinggi, akses terhadap air bersih dan sanitasi dasar dapat terdampak signifikan.  Baca juga: Mikroplastik di Air Hujan hingga Pakaian, Produsen Didesak Ikut Tanggung Jawab Lihat Foto Ilustrasi Kairo di Mesir. Sebuah studi menunjukkan, perluasan kota secara horizontal bisa membuat jutaan orang kehilangan akses air pipa dan sanitasi pada 2050.(Dok. Unsplash/Omar Elsharawy) “Dengan pertumbuhan horizontal, 220 juta orang lebih sedikit akan memiliki akses ke air pipa dan 190 juta orang lebih sedikit akan memiliki akses ke sistem pembuangan limbah pada tahun 2050,” jelas Prieto-Curiel. Temuan studi tersebut tidak hanya teoritis, tetapi mengonfirmasi kesulitan nyata yang dialami penduduk di kota-kota yang tumbuh menyebar, seperti New Delhi di India, Kairo di Mesir, Lagos di Nigeria, atau Bogota di Kolombia. Tagihan air di kota-kota yang luas dan tersebar lebih tinggi 75 persen dibandingkan dengan kota-kota yang padat.  Sementara itu, akses ke air pipa berkurang 50 persen di wilayah perkotaan yang lebih tersebar. “Penduduk di pinggiran kota juga memiliki akses 40 persen lebih sedikit ke infrastruktur penting dibandingkan dengan mereka yang tinggal lebih dekat ke pusat kota,” tambah peneliti studi tersebut.

Sumber: https://lestari.kompas.com/read/2025/12/02/184639086/perluasan-kota-ancam-akses-air-bersih-pada-2050-ini-studinya.

Membership: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6